Paguyuban Pasundan adalah organisasi kemasyarakatan yang lahir sebagai wujud kebangkitan kesadaran sosial dan budaya masyarakat Sunda pada awal abad ke-20. Organisasi ini didirikan pada 20 Juli 1913 di Kota Bandung oleh para intelektual dan tokoh Sunda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat pribumi pada masa kolonial Hindia Belanda. Berdirinya Paguyuban Pasundan tidak dapat dilepaskan dari suasana pergerakan nasional yang mulai tumbuh di berbagai daerah di Indonesia.
Menjadi organisasi yang unggul dalam meminimalkan kebodohan dan kemiskinan
serta menjaga kelestarian budaya Sunda dan menjunjung tinggi nilai Islam di tengah arus globalisasi.
Memajukan masyarakat, khususnya masyarakat Sunda, di bidang pendidikan, sosial, dan budaya.
1.
Bidang Pendidikan: Menyelenggarakan pendidikan berkualitas melalui berbagai institusi, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi seperti mendirikan Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan yang mengelola 4 perguruan tinggi terdiri dari Universitas Pasundan Bandung (Unpas), Sekolah Tinggi Hukum Pasundan (STHP Pasundan) di Sukabumi, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan) di Cimahi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIE Pasundan) di Bandung. Selain itu mendirikan Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengelola 116 sekolah Pasundan (SD, SMP, SMA, SMK) di Jawa Barat dan Banten.
2.
Pelestarian Budaya: Menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Sunda agar tetap relevan dan menjadi identitas bagi masyarakat Jawa Barat dan Banten.
3.
Pemberdayaan Ekonomi: Berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ekonomi kreatif dan sosial untuk meminimalkan kemiskinan antara lain mendirikan koperasi, BPR Pasundan, mengembangkan UMKM.
4.
Nilai Keislaman: Mengintegrasikan etika Islami dalam setiap aspek pendidikan dan kegiatan organisasi.
Paguyuban Pasundan juga dikenal dengan semangat pengabdiannya yang tertuang dalam semboyan “Silih Asah, Silih Asuh, Silih Asih”.
Paguyuban Pasundan adalah organisasi kemasyarakatan yang berdiri untuk memajukan masyarakat melalui bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya Sunda. Organisasi ini berakar dari semangat perjuangan intelektual masyarakat Sunda untuk meningkatkan kualitas hidup, memberantas kebodohan dan kemiskinan, serta menanamkan nilai-nilai moral dan keislaman dalam kehidupan bermasyarakat. Hingga saat ini, Paguyuban Pasundan terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang berbudaya, berpendidikan, dan berdaya saing.
Fokus utama kegiatan Paguyuban Pasundan meliputi pengembangan pendidikan melalui penyelenggaraan berbagai lembaga pendidikan, pelestarian dan pengembangan budaya Sunda, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program tersebut, organisasi ini berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai luhur budaya dan memperkuat identitas masyarakat Sunda di tengah perkembangan zaman.
Ya, masyarakat umum dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pasundan, baik sebagai anggota, relawan, maupun mitra dalam program sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Keterlibatan masyarakat sangat terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan, pelestarian budaya, serta pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga bersama-sama dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan berdaya.